Penting Diketahui, Manfaat dan Efek Negatif Steroid

By binaraga / Published on Kamis, 17 Nov 2016 12:47 PM / No Comments / 18726 views

Steroid merupakan suplemen yang bermanfaat untuk meningkatkan masa otot. Banyak juga yang menyebutnya sebagai obat kuat. Suplemen ini banyak beredar dalam kemasan dan jenis yang berbeda-beda. Masing-masing memiliki manfaat dan efek samping yang berbeda pula. Mereka yang rajin mengonsumsinya mayoritas kalangan atlet, terutama atlet binaraga.

penting-diketahui-manfaat-dan-efek-negatif-steroid
penting-diketahui-manfaat-dan-efek-negatif-steroid

Dalam perkembangannya, penggunaan steroid tidak terbatas pada kalangan atlet. Model, artis, dan masyarakat biasa penggemar fitnes maupun body builder, banyak yang menggunakannya. Steroid disukai karena dapat mempercepat pembentukan otot, sehingga tubuh kuat dan kekar yang diimpikan bisa terwujud dalam waktu lebih singkat. Sebelum menggunakannya, penting bagi pengguna untuk memahami manfaat dan efek negatif steroid sebenarnya.
Manfaat Steroid
Steroid anabolik atau steroid yang biasa digunakan untuk pembentukan otot, sebenarnya adalah senyawa buatan berupa hormon kejantanan. Misalnya sebut saja hormon testoteron dan hormon estrogen. Hormon tersebut sebenarnya diproduksi secara alami oleh tubuh.
Namun kadarnya terbatas. Jika Anda memasukan steroid dengan kandungan hormon testoteron, maka tubuh akan mengurangi produksi testoteron alaminya agar tidak terjadi kelebihan dan penumpukan hormon tersebut. Bahkan, jika steroid yang masuk kadarnya tinggi, tubuh akan menghentikan sama sekali produksi hormon alami tersebut.

kotak-irice
Manfaat steroid dalam membentuk otot ini berlangsung sementara selama zat masih ada di dalam tubuh. Seiring jalannya waktu, kadar steroid akan menurun. Tubuh kemudian akan otomatis melakukan penyesuaian dengan memproduksi kembali hormon alaminya.
Efek Samping dari Steroid
Di samping manfaatnya yang menggiurkan, steroid memiliki efek samping yang harus diwaspadai. Efek samping ini harus diketahui dan dipahami betul sebelum Anda memutuskan untuk mengonsumsi steroid. Pertimbangkanlah dengan matang apakah Anda siap menerima efek samping yang mungkin terjadi pada tubuh Anda.
Efek samping yang dimunculkan oleh steroid sangat beragam pada setiap orang, baik dari segi jumlah maupun tingkat keparahannya. Sebaiknya masalah efek samping ini dikonsultasikan dengan dokter maupun instruktur fitnes. Di kalangan masyarakat luas, beredar informasi yang simpang siur mengenai efek samping steroid. Kebenaran informasi ini patut dipertanyakan, karena kebanyakan menyatakan sisi negatif steroid yang mengerikan.
Berikut adalah efek samping steroid yang umum terjadi.
1. Pertumbuhan payudara pada laki-laki. Gejala feminisasai ini terjadi karena berlebihnya kadar estrogen yang bisa menimbulkan timbunan lemak pada bagian payudara lelaki. Gejala ini sebenarnya bisa dicegah dengan bantuan obat anti-estrogen. Pencegahan hanya bisa dilakukan selama payudara belum terbentuk atau masih berupa gejala pembentukan. Jika payudara terlanjur terbentuk dan bentuknya sangat mengganggu penampilan, maka penyembuhan hanya bisa dilakukan dengan jalan operasi.
2. Munculnya jerawat. Kemunculan jerawat sangat tergantung pada jenis steroid yang dipakai dan kondisi kulit si pemakai. Meningkatnya aktifitas hormon dalam tubuh berakibat pada meningkatnya produksi minyak pada permukaan kulit. Jerawat bisa dicegah dengan menjaga kebersihan kulit. Jika sudah terlajur muncul, sebaiknya batasi penggunaan steroid dan gunakan salep anti-androgen.
3. Perubahan Psikologis. Penggunaan steroid bisa memengaruhi faktor psikologis pemakainya. Namun hal ini terjadi hanya pada sebagian kecil pengguna saja. Steroid dapat meningkatkan agresifitas pemakainya, kondisi emosional jadi mudah berubah, dan insomnia.
4. Steroid dapat menyebabkan kerusakan hati. Ini terutama terjadi pada jenis steroid yang dikonsumsi dengan cara oral atau diminum. Seperti yang telah kita ketahui, bahwa setiap zat yang masuk melalui mulut akan melewati organ hati untuk dilakukan penyaringan. Begitu pula dengan steroid oral. Dengan bantuan enzim, hati akan menyaring steroid yang masuk.
Masuknya steroid ke dalam hati, akan membuat hati otomatis meningkatkan jumlah enzimnya sesuai dengan jumlah steroid yang masuk. Di sinilah pentingnya pemakaian steroid dengan dosis yang tepat. Dosis yang kurang akan berakibat pada kurang optimalnya manfaat yang dihasilkan. Sebaliknya, pemakaian melebihi dosis akan membuat organ hati bekerja lebih ekstra.
Jika dibiarkan, akan berakibat pada kerusakan organ hati. Kita semua tentunya tidak mau hal ini terjadi. Untuk apa memiliki tubuh kekar berotot kuat dan indah, namun di dalam tubuh kita menderita kesakitan luar biasa. Menurunnya fungsi organ hati akan menyebabkan gangguan kesehatan lainnya. Jika penyakit ini dibiarkan, maka usia tubuh indah kita tidak akan lama. Bahkan tidak hanya tubuh, nyawa juga bisa terancam.
Peningkatan enzim hati ini terjadi selama Anda mengonsumsi steroid. Produksi enzim hati akan menurun kembali ke level normal jika Anda berhenti mengonsumsi steroid.

 

Beras Protein ” Makan Beras Dan Ber OTOT ” 


5. Menghambat pertumbuhan. Steroid sebenarnya ditujukan untuk pengguna dewasa. Hal ini dikarenakan efeknya yang bisa menghambat pertumbuhan tinggi badan. Usia remaja yang masih mengalami proses pertumbuhan sebaiknya tidak menggunakan steroid karena dapat menutup hormon pertumbuhan. Efek ini terjadi permanen dan tidak bisa disembuhkan.
6. Pembesaran prostat dan penurunan kemampuan reproduksi. Efek ini bersifat sementara dan hanya terjadi selama penggunaan steroid. Pembesaran prostat bisa diatasi dengan penggunaan obat yang tepat. Sedangkan efek menurunnya kualitas dan kuantitas sperma bisa dihentikan jika penggunaan steroid juga dihentikan. Sayangnya, penggunaan steroid sulit dihentikan jika sudah kecanduan. Dalam jangka panjang, hal ini bisa berujung pada kemandulan ataupun munculnya kanker prostat.
7. Ada yang mengatakan streroid dapat menyebabkan HIV/AIDS. Ini merupakan informasi yang sangat tidak mendasar karena sampai saat ini tidak ada penelitian ilmiah maupun kasus medis yang menunjukan steroid sebagai penyebab HIV/AIDS. Hal yang paling mungkin terjadi adalah pada proses pemakaiannya.
Steroid jenis injeksi atau suntik menggunakan jarum suntik untuk menyuntikan steroid ke dalam tubuh. Jarum suntik inilah yang memiliki risiko terjadinya penularan HIV/AIDS. Jarum suntik yang tidak steril, dipakai lebih dari sekali, dipakai oleh lebih dari satu orang secara bergantian, berisiko menularkan penyakit HIV/AIDS. Jadi, media penularannya adalah jarum suntiknya, bukan steroidnya.
Penggunaan steroid untuk kepentingan penampilan fisik, kekuatan, maupun tujuan lainnya, sebaiknya dilakukan di bawah pengawasan dokter atau instruktur fitnes terpercaya dan berpengalaman. Pahami benar apa manfaat dan efek negatif steroid yang akan dikonsumsi, untuk mewaspadai apa saja yang mungkin terjadi pada tubuh. Mengingat kondisi tubuh setiap orang berbeda-beda, maka hasil dari penggunaan steroid bisa berbeda pula.
Steroid aman digunakan selama penggunaannya sesuai aturan. Efek samping yang mungkin terjadi bisa dihindari jika penggunannya tidak berlebihan. Dosis steroid pada setiap orang berbeda-beda, tergantung dari berat badannya. Pastikan Anda mengonsumsi jenis steroid yang memang diperlukan dan cocok untuk kondisi tubuh Anda. Pastikan juga dosis sesuai dengan usia dan berat badan Anda.
Hindari produk steroid yang mengaku bisa membentuk tubuh dan otot secara signifikan dalam waktu singkat. Produk instan semacam itu justru mengandung risiko kegagalan maupun efek samping berbahaya. Tidak ada jenis steroid yang dapat bekerja secara instan layaknya keajaiban. Penggunaan steroid tetap harus dibarengi dengan usaha dan kerja keras, berupa latihan beban dan pola makan yang benar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Call Now Button