227

Mengenal dunia fitness di usia 47 tahun bukan menjadi halangan untuk berprestasi, setidaknya itulah kalimat yang dapat menggambarkan sosok Gerard Kawilarang yang kini genap berusia 60 tahun. Pria yang akrab dipanggil dengan sapaan Opa Gerard ini mampu meraih gelar juara pertamanya pada diusia yang tidak lagi muda saat berumur 50 tahun.

Opa Gerard sudah mengenal dunia fitness sejak tahun 1985 namun pada saat itu beliau masih menekuni olahraga sepakbola, sampai ketika usianya semakin lanjut berbagai macam penyakit mulai beliau rasakan, hingga akhirnya Opa memutuskan untuk menekuni olahraga fitness dengan tujuan awal sekedar membuat badan menjadi sehat dan bugar.

Siapa yang sangka keputusannya berbuah manis, ditengah aktivitasnya berolaraga di pusat kebugaran beliau mulai mulai tertantang untuk menekuni binaraga dengan lebih serius, dukungan dari keluarga dan rekan-rekan sekitarnya mendorong Opa untuk berlatih lebih konsisten dan mengatur pola makan dengan lebih baik sampai akhirnya Opa memberanikan diri untuk berpartisipasi untuk pertamakalinya di ajang body contest.

Pada masa keikutsertaannya di dunia body contest belum ada pembagian kelas berdasarkan usia seperti yang kita kenal hari ini, hal ini menjadikan lawan yang harus dihadapi Opa adalah para peserta yang dari segi umur jauh lebih muda, sebut saja Dody Saputra, Yana joss, Hendry Yakuza, hingga Ricky Daud. Dengan berbekal latihan yang keras dan mental yang kuat Opa tetap mampu bersaing dan meraih juara di berbagai kompetisi seperti kejuaraan Prolabs Challenge sampai dengan kejuaraan Ronnie Coleman.

Tahun 2016 menjadi tahun terakhir Opa untuk bertanding di level nasional, beliau menyadari bahwa kompetitornya semakin berat dengan munculnya nama-nama baru, Opa akhirnya mulai mencari kompetisi yang sesuai dengan kelompok umurnya di kelas master, saat itu Opa bertanding di Singapura bersaing di kelas 45+ pada usia 55 tahun dan berhasil menjadi juara ketiga, keikutsertaannya di tahun 2018 pada kelas 50+ Opa juga berhasil meraih juara kedua.

“usia bukanlah halangan” adalah jargon yang sering diungkapkannya, setelah berbagai kompetisi tertunda karena wabah covid-19, Opa masih terus menjaga asanya untuk setidaknya bertanding satu kali lagi dikelas 60+ dengan harapan dapat kembali mengumandangkan lagu “Indonesia Raya” di kancah internasional.