Ingin Membuka Usaha Gym? Simak Dulu Hal-hal Berikut Ini:

63
Sumber : Daya.id

ALATFITNESIMPORT.COM – Tempat semacam gym atau pusat kebugaran saat ini cukup banyak dilirik karena semakin besarnya kesadaran akan perlunya kebugaran tubuh. Karena itu, membuka usaha gym tampaknya menjadi peluang yang cukup menjanjikan. Apalagi jika didukung dengan lokasi strategis dan pelayanan yang prima.

Apa Itu Usaha Gym dan Bagaimana Peluangnya?

Gym adalah tempat atau sarana untuk melakukan latihan fisik dengan berbagai alat bantu dengan fungsi yang bermacam-macam. Tempat semacam ini sering juga disebut sebagai pusat kebugaran. Sebutan tersebut juga pas digunakan karena orang-orang yang datang ke sana memiliki tujuan yang ujung-ujungnya berhubungan dengan kebugaran tubuh.

Memiliki usaha gym tidak harus memulai dari awal. Menanamkan investasi terhadap bisnis yang telah berkembang bisa menjadi pilihan yang lebih meringankan biaya. Meskipun begitu, pengetahuan dalam membangun usaha ini tetap tidak boleh diabaikan. Karena, dengan wawasan yang memadai, pengelolaan dapat dilakukan dengan lebih mudah.

Hal yang Harus Disiapkan untuk Membuka Usaha Gym

Sebagaimana persiapan membuka usaha apapun, dalam membuka usaha gym juga ada hal-hal yang perlu dipikirkan. Hal-hal tersebut harus disesuaikan dengan keperluan usaha itu sendiri.

1. Lokasi dan Konsep Ruangan

Persiapan pertama adalah menentukan lokasi. Carilah tempat yang tenang dengan lingkungan yang mendukung. Tetapi, lokasi tetap harus dapat dijangkau dari berbagai tempat. Ini untuk memudahkan pelanggan menuju ke tempat gym.

Perhatikan juga bagian luarnya. Usahakan area parkir memiliki luas yang memadai, terutama jika lokasi yang dipilih berada di depan jalan raya. Jangan sampai pelanggan banyak tetapi justru mengganggu lalu lintas.

Untuk konsep ruangan, yang perlu dipikirkan lebih cenderung kepada bagaimana menciptakan suasana yang mendukung. Misalnya pemilihan warna dinding, penyediaan AC dan pengharum ruangan, serta dekorasi. Sementara untuk peralatan, bisa diatur setelah melakukan pembelian.

Selain penataan peralatan, beberapa penunjang juga perlu ditata agar memberi kesan nyaman. Misalnya kursi tamu, meja resepsionis, loker, serta ruang ganti. Penempatannya harus bisa diakses dengan mudah tanpa mengganggu kegiatan pelanggan.

2. Peralatan Kebugaran

Sebenarnya membeli peralatan bisa saja dilakukan lebih dulu sebelum memilih lokasi. Dengan begitu, pemilihan tempat bisa disesuaikan dengan jumlah alat. Peletakannya pun dapat diatur agar tidak tampak berdesakan.

Ini bisa dilakukan jika anggaran yang dimiliki cukup besar. Lakukan riset tentang alat-alat yang dibutuhkan, mulai dari jenis hingga harganya. Kemudian perkirakan luas tempat yang bisa memuat semua peralatan tersebut. Setelah itu baru menghitung berapa perkiraan biayanya.

Tetapi jika modal terbatas, bisa membeli peralatan yang pokok-pokoknya saja. Lebih baik lagi jika ditambah alat-alat portabel yang memungkinkan untuk dipakai secara bergantian di lantai yang sama. Hal ini dikarenakan biaya sewa tempat bisa menjadi pengeluaran yang cukup memberatkan, apalagi jika tempatnya luas.

Perlu diketahui bahwa masing-masing alat gym memiliki fungsi sendiri-sendiri. Ada yang berfungsi melatih otot kaki, tangan, bahu, dada, hingga perut. Tujuan orang pergi ke gym pun beragam, mulai dari sekadar menjaga kebugaran, hingga pada masalah berat badan.

Sediakan alat-alat yang efisien, yang bisa merangkum fungsi-fungsi tersebut. Dengan begitu, anggaran pun bisa dipangkas. Selanjutnya, alat-alat bisa terus dilengkapi seiring dengan perkembangan usaha gym yang semakin meningkat.

3. Karyawan

Agar usaha gym dapat berjalan dengan baik, harus ada karyawan yang memiliki tugas masing-masing. Karyawan yang paling penting untuk dimiliki adalah pelatih alias instruktur. Mereka lah yang berhadapan langsung dengan pelanggan dan memberikan arahan terhadap penggunaan alat-alat yang tersedia.

Pelatih gym haruslah memahami cara kerja berbagai alat serta mengetahui anatomi tubuh manusia. Ini bertujuan agar mereka dapat memberi rekomendasi yang tepat dan sesuai dengan maksud pelanggan mengunjungi gym. Selain itu, pelatih gym harus bersikap ramah, komunikatif, dan tidak segan memberi bantuan.

Jenis karyawan lain yang dibutuhkan adalah petugas kebersihan. Tugasnya menjaga kebersihan tempat gym secara umum. Bisa juga membersihkan alat-alat setiap selesai jam operasional.

Resepsionis juga mungkin dibutuhkan untuk mendata pelanggan yang datang. Namun peran ini bisa diganti oleh pemilik usaha jika ingin memangkas pengeluaran. Apalagi jika pemilik tidak memiliki kesibukan lain.

4. Ketentuan Operasional

Mengatur tentang ketentuan operasional merupakan langkah yang tidak kalah penting dalam membuka usaha gym. Dengan ketentuan yang jelas, setiap pelanggan akan merasa aman dan nyaman dalam berlatih. Hal ini tentu akan membuat mereka betah dan kembali lagi.

Ketentuan yang bisa diatur meliputi keanggotaan, syarat fisik dan usia, serta pakaian yang digunakan. Jam operasional juga harus jelas dan ada pemberitahuan jika terjadi perubahan. Begitu pula dengan peraturan penggunaan alat dan fasilitas lain.

Hal yang tidak boleh dilupakan tentu saja mengenai harga atau biaya masuk. Penetapan biaya bagi anggota maupun bukan anggota harus diperhitungkan dengan cermat. Biaya perawatan alat, sewa tempat, gaji karyawan, serta fasilitas lain harus dapat tertutupi oleh biaya yang dibayarkan oleh pelanggan.

Berikan Nilai Tambah dengan Menawarkan Keunikan

Selain pelayanan yang prima, penawaran yang unik juga dapat memancing pelanggan. Tidak hanya bagi pelanggan baru yang penasaran ingin coba-coba, tetapi juga untuk mempertahankan pelanggan lama. Berikut beberapa aspek yang bisa diatur ketika membuka usaha gym.

1. Keanggotaan

Untuk menandai keanggotaan, seorang pelanggan biasanya diberi kartu tanda pengenal. Anggota juga biasanya memiliki beberapa kategori yang bisa dipilih sesuai kebutuhan. Di setiap kategori, terdapat ketentuan dan biaya yang juga berbeda.

Berikan beberapa kategori keanggotaan yang menarik dengan pilihan yang menguntungkan. Bisa dengan membedakan usia, durasi keanggotaan, hingga fasilitas khusus. Mereka bisa memilih sendiri ingin mendaftar yang mana.

2. Kelas dan Konsultasi

Pemilihan kelas yang akan diikuti oleh anggota ditentukan dari kebutuhan mereka. Tempat gym yang baik memiliki kelas-kelas yang dapat memfasilitasi berbagai kebutuhan. Mulai dari kardio, pembentukan otot, hingga melatih kekuatan dan kelenturan.

Tidak semua orang memahami apa yang dibutuhkannya. Karena itu, akan lebih baik lagi jika tersedia fasilitas konsultasi bagi pelanggan. Ini diperlukan untuk mencegah terjadinya kesalahan yang membuat mereka tidak puas dengan hasil yang didapat.

3. Paket Free Trial

Ini lebih ditujukan untuk menarik minat pelanggan baru. Berikan paket free trial atau uji coba gratis bagi mereka yang masih ragu untuk bergabung. Beberapa tempat gym juga memiliki fasilitas ini, maka cobalah untuk berbeda.

Jika tempat gym lain memberikan gratis misalnya untuk 7 hari, maka jangan takut untuk memberikan sedikit waktu lebih lama. Misalnya untuk waktu 10 hari. Ini bisa disiasati dengan persyaratan adanya pembatasan penggunaan peralatan.

Atau bisa juga memberikan fasilitas yang sama dengan anggota, tetapi dengan waktu yang singkat, misalnya kurang dari seminggu. Bila perlu, lakukan riset untuk mengetahui kecenderungan pelanggan baru terhadap paket ini.

Itu dia hal-hal yang perlu diperhatikan ketika ingin membuka usaha gym. Membangun semuanya sendiri atau pun berinvestasi memiliki nilainya masing-masing. Tetapi yang terpenting tetap adanya pengetahuan tentang gym itu sendiri. Kreativitas dalam memberikan pelayanan juga merupakan langkah untuk selangkah lebih maju.