Mau Tahu Bagaimana Program Latihan dalam Seminggu yang Ampuh?

0
387

Jadwal latihan merupakan sesuatu yang sangat pribadi. Bukan berarti rahasia, tetapi sifatnya sangat bergantung dari pribadi masing-masing. Sebuah program latihan dalam seminggu milik seseorang, akan sangat berbeda dari orang lain. Beda jumlah waktu latihan, beda jenis latihan, beda diet harian, beda waktu istirahat, dan sebagainya.

mau-tahu-bagaimana-program-latihan-dalam-seminggu-yang-ampuh
mau-tahu-bagaimana-program-latihan-dalam-seminggu-yang-ampuh sumber : google

Para ahli fitnes sedunia, tidak memiliki aturan baku mengenai sebuah program khusus yang bisa diberlakukan kepada semua orang. Perbedaan program latihan lebih dikarenakan kondisi tubuh dan tujuan masing-masing orang pun berbeda-beda. Ada fitnes mania yang ikut latihan untuk tujuan menjaga kesehatan, ada yang bertujuan membentuk tubuh supaya ramping dan atletis, dan ada juga yang bertujuan membentuk dan membesarkan otot untuk mengikuti bodycontest.
Itu baru berbicara mengenai tujuan, belum tentang kondisi tubuh peserta latihan. Saat ini dunia fitnes tidak hanya diminati oleh para binaraga. Orang biasa dari berbagai kalangan semakin banyak yang mengikuti program latihan. Kondisi tubuh masing-masing sangatlah berbeda. Ada yang kurus, gemuk, kegemukan, dan ada juga yang sudah berbadan ideal.
Untuk bisa memulai latihan membentuk otot misalnya, orang dengan berat badan kurang dari standar harus melakukan fase bulking lebih dulu, yaitu fase menambah berat badan hingga mencapai angka ideal. Sebaliknya, orang dengan berat badan berlebih atau overweight harus menjalankan dulu program penurunan berat badan atau fatloss.
Kemampuan setiap orang dalam menjalankan latihan pun berbeda-beda. Ada yang latihan 4 hari seminggu tapi hasilnya tak kunjung kelihatan. Tapi ada yang latihan 2 hari seminggu tapi hasilnya sudah kelihatan. Ada juga yang sama-sama latihan 4 hari seminggu, tapi hasilnya jauh berbeda.

mau-tahu-bagaimana-program-latihan-dalam-seminggu-yang-ampuh-1
Menyusun Program
Fitnes tidak sekadar latihan beban di gym. Ada banyak faktor yang memengaruhi dan menunjang keberhasilan program latihan, yaitu pola latihan, pola makan, dan pola istirahat. Ketiga pola ini harus berjalan seimbang karena sangat menentukan tingkat keberhasilan latihan. Jika terjadi ketidakseimbangan maka akan berakibat pada terhambatnya program dan target latihan menjadi semakin lama tercapai.
Latihan yang dilakukan secara gencar belum tentu membuahkan hasil optimal jika tidak ditunjang istirahat yang cukup. Walaupun memiliki target yang harus segera dicapai dalam waktu dekat, terlalu memaksakan tubuh untuk terus latihan bukanlah tindakan yang bijaksana. Hal ini justru akan membuat tubuh kewalahan. Otot memerlukan waktu istirahat yang cukup untuk recovery.
Waktu istirahat juga penting untuk proses pembentukan otot-otot baru. Ini sangat penting pada berlanjutnya program. Selama latihan, otot akan mengalami kerusakan yang hanya bisa diperbaiki oleh tubuh jika tubuh mendapatkan waktu istirahat yang cukup. Otot yang lelah berisiko mengalami cedera jika dipaksakan berlatih. Cedera otot tidak hanya menimbulkan sakit luar biasa, tapi juga bisa membuat kita tidak bisa latihan sama sekali.
1. Pola Makan
Pola makan harus dilakukan dengan disiplin agar program latihan berjalan sesuai rencana. Tubuh memerlukan asupan gizi untuk bisa berlatih dan menumbuhkan otot. Pola makan mencakup jenis makanan yang dikonsumsi, porsi makan, dan waktu makan. Komposisi gizi yang harus dimakana harus sesuai dengan kebutuhan latihan.
Misalnya saat cutting, tubuh memerlukan lebih banyak protein dan lebih sedikit karbohidrat dan lemak. Sedangkan saat bulking, tubuh memerlukan karbohidrat dan protein dalam porsi yang sama, namun tetap dengan lemak yang lebih sedikit.
Waktu makan sebaiknya dibagi menjadi 4 – 6 kali dalam sehari. Sering makan dengan porsi kecil lebih baik dibanding jarang makan tapi sekalinya makan seporsi besar. Makanan yang tidak tercerna karena kebanyakan, akan menumpuk di dalam tubuh dan menjadi timbunan lemak. Sebaliknya, jika makan porsi kecil, tapi sering, akan memudah tubuh dalam mencernanya sehingga tidak terjani penimbunan kalori.
Anda boleh mengonsumsi suplemen makanan jika dirasa perlu. Konsultasikan lebih dulu penggunaan suplemen ini dengan instruktur fitnes Anda. Salam memilih suplemen bisa memengaruhi kualitas latihan.
2. Pola Latihan
Jadwal latihan wajib dibuat realistis. Artinya, bisa dilaksanakan secara proporsional sesuai kemampuan. Tidak berlebihan, juga tidak terlalu longgar. Jadwal yang terlalu ketat, misalnya 6 – 7 hari dalam seminggu, akan memberatkan dan melelahkan karena tubuh tidak mendapat waktu istirahat yang cukup. Selanjutnya, akan berdampak pada kualitas latihan dan bahkan mogoknya latihan.
Jadwal latihan setiap orang dibuat berdasarkan tujuan masing-masing dengan bimbingan dari instruktur. Mengenai hari latihan, bisa disesuaikan dengan aktifitas masing-masing. Setiap gym yang terbuka untuk umum, biasanya memiliki peraturan yang lebih fleksibel. Setiap member yang bergabung, bisa datang kapan saja selama jam buka gym dan kebersediaan instruktur.
Jadi, jika Anda karyawan dengan jam kantor Senin – Jumat pukul 08.00 – 16.00, Anda bisa memilih hari latihan 2 – 4 hari seminggu, bisa sore hari sepulang kerja, maupun malam harinya. Dalam dunia fitnes, tidak ada waktu terbaik untuk latihan. Semuanya bisa disesuaikan dengan kesibukan masing-masing, kecuali program intensif tertentu.
Instruktur akan mengarahkan jenis latihan apa yang sesuai untuk Anda. Biasanya, jenis latihan bervariasi setiap harinya dengan tingkat beban yang meningkat bertahap. Variasi gerakan dimaksudkan agar semua otot tubuh terlatih secara merata. Misalnya jika Anda memilih latihan 3 hari dalam seminggu. Hari Senin Anda bisa latihan otot dada, otot perut, otot kaki, dan tricep. Selasa Anda istirahat. Rabu latihan otot punggung, otot pinggang, dan otot pinggul. Kamis Anda istirahat. Jumat latihan otot perut, otot dada, otot punggung, dan otot pinggul. Minggu Anda istirahat.
Lamanya durasi setiap latihan juga berbeda-beda, bergantung instruksi dari instruktur.
3. Pola Istirahat
Kualitas istirahat sangat menentukan hasil latihan. Dengan istirahat yang cukup, tubuh mendapat kesempatan yang cukup untuk memulihkan diri dengan melakukan perbaikan sel-sel tubuh yang rusak dan membangun sel yang baru. Rata-rata orang dewasa membutuhkan waktu tidur sekitar 7 jam sehari. Namun kualitas tidur jauh lebih penting dari kuantitas tidur.
Tidur selama 5 jam dengan nyenyak, lebih baik dari pada tidur 8 jam, namun tidak nyenyak. Hindari begadang, termasuk saat hari libur latihan. Begadang akan mengganggu jam biologis tubuh yang kemudian mengganggu proses metabolisme tubuh.
Hindari Ini Selama Program Latihan
Seperti telah disinggung sebelumnya, bahwa fitnes tidak melulu mengenai latihan angkat beban. Fitnes juga mencakup pola hidup secara keseluruhan yang saling mendukung dan memengaruhi. Selama menjalankan program latihan, diharuskan menghindari hal-hal yang berdampak buruk pada hasil latihan. Misalnya mengonsumsi alkohol, memakai narkoba, dan merokok. Asap rokok yang masuk ke dalam tubuh dapat menghambat pertumbuhan otot. Pun dengan alkohol dan narkoba yang akan memengaruhi kesehatan tubuh.
Mengikuti program fitnes, berarti Anda telah berkomitmen untuk menjalankan pola hidup sehat. Karenanya hindarilah kebiasaan-kebiasaan buruk yang hanya akan merusak komitmen Anda.
Demikian informasi mengenai program latihan dalam seminggu. Semoga bermanfaat.

info-green-coffee-4