Doping STEROID Dunia Binaraga !!!

1110

Doping STEROID Dunia Binaraga !!! Pemakaian obat-obatan atau drag dalam dunia olahraga fitness maupun binaraga semakin banyak digunakan. Dibawah ini yakni FAKTA tentang kegiatan yang selama ini sudah terjadi di lingkungan kita khususnya untuk Binaragawan. Kami akan memberikan sedikit edukasi ilmiah tentang konsekuensi yang harus di hadapi ketika menggunakan doping.

  1. Pemakaian Steroid tidaksesuaiaturanakanmenimbulkansakit. Kalaupakaisesuaiaturanpastigakbakalterjadiapa-apa.

IRONI 1 :Pemakaian Steroid telah melanggaraturan, karenadalam Fisiologi, tubuh manusia terutama usia muda dengan kadar hormone yang masih optimal semestinya TIDAK MEMBUTUHKAN Steroid samasekali. Bahkan dalam kejuaraan olahraga, pemakaian Steroid juga melanggar aturan.

IRONI 2 :Penentuan apakah seseorang perlu mendapatkan steroids secara legal, adalah melalui prosedur diagnosa oleh dokter spesialis hormon (endokrinologis) melalui cek darah yang menyeluruh. Dan apabila terjadi kekurangan dari normal (yang biasasnya adalah pasien di atas 45 tahun), dokter akan menentukan dosis steroids yang sesuai untuk membawa ke level yang lebih normal dan cocok untuk tubuh manusia.
Dosis yang diberikan dokter tergantung seberapajauh level hasil tes dari level normal. Prosedur / aturan medis seperti ini dapat dipastikan tidak pernah dijalan kan oleh drug-dealers dari proses perkenalan sampai proses transaksi terjadi. Di samping itu, dosis yang diberikan dari satu konsumen ke konsumen lain umumnya adalah sama… yaitu minimal 5-10 x di atasdosis yang diberikandokter, pada pemakai yang kadar hormonnya sedang optimal.

IRONI 3 :Aturan yang diberikanoleh drug-dealers adalah untuk mendapatkan lebih banyak jenis oba tlagi. SecaraFisiologi, peningkatan 1 jenis hormnon akan memicu serangkaian respons di dalam tubuh normal.

Untuk mendapatkan hormone-hormon lain yang keluar jalur, maka di perlukan beragam obat lainnya untuk menjaganya kembali. Contoh gini, apabila tubuh menjaga rasio yang seimbang antara hormone testoterondan estrogen pada tubuh setiap orang.

Masuknya Steroid yang notabene merupakan testoreron buatan, hal itu mengisyaratkan tubuh untuk menjaga keseimbangan hormon dari (resiko peningkatan hormon testoteron yang dapat meningkat secara drastis). Sehingga dapat memicu tubuh untuk meningkatkan produksi hormone estrogen agar rasio dapat seimbang.

Hormon Estrogen yang dimiliki oleh perempuan notabennya tidak diinginkan dalam proses pertumbuhan otot (Selain memunculkan dampak samping pembesaran kelenjar payudara). Maka logikanya adalah estrogen tersebut perlu di kendalikan denan 2 cara, yakni :menggunakan obat yang menekan produksi estrogen, dan cara yang kedua yakni dengan menggunakan obat yang berfungsi untuk melemahkan sinyal estrogen yang sudah ada.Kesimpulannya kini banyak obat yang seharusnya di konsumsi untuk penderita kanker payudara, malahkini di konsumsi kaum pria muda untuk meningkatkan ototnya.

IRONI 4 :Steroid memiliki kandungan racun bagi tubuh manusia. Ada beberapa teori yang mengatakan bahwa steroid yang berbentuk tablet lebih beracun dari pada steroid dalam bentuk suntikan. Dikarenakan suntikan memerlukan sebuah teknik yang hanya di miliki oleh tenaga medis, Namun sekarang beberapa orang yang melakukan penyuntikan sendiri (pribadi).

Atletbinaraga yang memiliki budget terbatas akan cenderung memilih steroid berbentuk tablet ketimbang suntik, dikarenakan harganya yang lebih murah. Jadi ditambahkan aturan sebagaiberikut :

  1. PCT (Post Cycle Theraphy) Penghentian pemakaian untuk menormalkan kembali sistemendokrin (produksi hormone) pada dalam tubuh, namun pada serangkaian obat yang berbeda.
  2. Penggunaan suplemen, obat herbal atau jamu berguna untuk menjaga organ hati atau liver yang terkena dampak dari penggunaan obat yang memiliki racun-racun dengan dosis tinggi.

IRONI 5 :Sebanyak 80% steroid yang di edarkan dengan cara seperti ini merupakan steroid jenis black market, yang meskipun adalah steroid namun :

  1. Di produksi dalam bentuk rumahan, yang tidak melalui SOP pembuatan produksi obat yang berstandart GMP (Good Manufacturing Practices).
  2. Kesimpulannya yakni dari kadar steril hingga tahap standarisasi kandungan per tablet.
  3. Pembuatan obat dengan cara pemalsuan juga melakukan peniruan label stiker, kemasan, maupun hologram. Sehingga susah untuk di bedakan mana asli dan palsu.

2. Dapat menurunkan hormone pada manusia usia 25-30 tahun.

Menurut para dokter anti-aging bahwa kadar hormone kita mulai menurun pada usia 25-30 tahun. Klaim dokter anti-aging tersebut di dapat dari studi terhadap orang-orang yang tidak berolahaga / tidak mengatur pola makan.

Ironinya yakni para member fitness yang di iming-iming obat-obatan adalah  orang yang  minimal olahraga secara konsisten. Banyak juga studi yang mendukung fakta bahwa selama tubuh kita berolahraga dan memilki pola makan yang sehat, maka kadar hormone kita akan normal untuk beberapa waktu mendatang.

3. Teknik menciptakan keraguan mengenai natural obat-obatan.

Ada beberapa teknik yang cukup berhasil mengenai keraguan pemakaian obat-obatan. Namun dengan beberapa point tambahan :

  1. Yang sounding agar atlet tidak menggunakan obat-obata justru ia adaah orang yang menggunakan oat-obatan paling banyak.

IRONINYA :Seluruh statement tersebut berarah pada objek agar memakai obat-obatan. Padahal menurut fakta di lapangan bahwa atlet yang tanpa menggunakan obat-obatan malah seringkali di tunjukdalam random test obat-obatan bahwa tidakmungkin ada persiapan yang dilakukan untuk menipu test tersebut dan hasilnya atlet-atlet tersebut selalu terbukti lulus tes.

Mulai sekarang usahakan mengaca pada dirisendiri agar lebih baik, bahwa mentak kita sehat dari obat-obatan. Bahwa hasil tubuh binaraga terlihata sehat dan kuat diluar seyogyanya memiliki keadaan sehat baik dalam dan luar.

“Seorang sahabat yang baik tidak akan menawarkan obat doping kepada kita untuk membentuk otot yang instant, Sebaiknya sahabat yang baik yakni mengajak olahraga bersama dan menasehati agar tidak mendekati doping”

Jenis Steroid yang Biasa Digunakan Binaragawan untuk Perbesar Otot ...

Sumber : KASKUS

Penulis : Ade Rai